Kamis, 13 September 2012

sumpah pemuda


Sumpah pemuda, kami pemuda Indonesia bersumpah: bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung keadilan. Berbahasa satu, bahasa tanpa kemunafikan  

            Memperingati ikrar sumpah pemuda kontek kebangsaan saat ini haruslah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika beberapa waktu yang lalu peringatan sumpah pemuda hanya sebatas ceremonial dan formalitas belaka, saat ini ghirah juang pemuda tahun 1928 hatruslah benar-benar terinduksikan dalam jiwa para pemuda dan mampu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian pemuda dalam menentukan arah perjalanan bangsanya.

            Sejatinya, pemuda hari ini adalah pemimpin banga esok hari. Proses regenarisasi kepemimpinan dalam alur kehidupan manusia adalah sesuatu yang tak mungkin dapat dinafikan, kembali kepada pemuda sebagai calon penerusny, samapai sejauh mana para pemuda telah mempersiapkan diri menyongsong estafeta kepemimpinan bangsa ini. Sudah seberapa banyak referenda hidup yang telah kaum muda kuasai sebagai “pemuda bangsa”flowe generation pejuang perdamaian dunia?demikia Tanya seorang J. F Kennedy presiden termuda dalam sejarah pemerintahan Amerika Serikat.

            Sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa dipundak para pemuda-lah, Indonesia bangkit dan lahir menjadi suatu bangsa dan Negara modern. Perjalanan kekinian dan masa depan sejarah bangsa akan sangat ditentukan oleh kiprah dan kepeloporan pemuda. Tidak diragukan lagi bahwa komponen pemuda dan kepemudaan di tanah air telah memberikan sumbangsih yang sangat besar, tak terbantahkan dan sungguh monumental.

            Terhitung sejak berdirinya pergerakan nasional sarekat dagang Islam 1905, Budi Utomo 1908, sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, hingga tegaknya reformasi dan demokratisasi bangsa dan Negara Indonesia pasca 1998.

            Perjalanan kesejarahan Indonesia dari masyarakatnya yang tradisional feodalistik, menjadi suatu bangsa dan Negara modern yang demokratis, bersatu, merdeka dan berdaulat. Secara keseluruhan merupakan resultan dan akumulasi pengabdian, pergerakan dan perjuangan komponen pemuda dan kpemudaan Indonesia. Kredibilitas pemuda pada masa lalu sebagai ‘sang penentu’ arah perjalanan sejarah bangsa telah teruji tampil menghantar perubahan dan pembaharuan mendasar bagi rakyat.